Al-Iqtidha Meniti Shirathal Mustaqim

Rp160,000.00

Allah ta’ala dan RasulNya telah memperingatkan kita agar menjauhi jalan hidup mereka seperti yang dituliskan dalam buku Al-Iqtidha Meniti Shirathal Mustaqim Menyelisihi Ashabul Jahim ini. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi was Salam bersabda, “Sungguh kalian akan meniru orang-orang sebelum kalian hingga sangat mirip semirip satu sisi bulu anak panah dengan sisi lainnya, hingga sekiranya mereka masuk ke lubang dhob (sejenis biawak) , niscaya kalian akan ikut memasukinya.” Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah mereka kaum Yahudi dan Nasrani?’ Rasulullah menjawab, .Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR Bukhari no. 7320).

Buku Al-Iqtidha Meniti Shirathal Mustaqim Menyelisihi Ashabul Jahim ini menjelaskan secara panjang lebar tentang persoalan mendasar yang penting untuk dipahami menyangkut larangan “meniru orang-orang kafir” dalam perilaku dan ibadah mereka. Kita pun sering melihat fenomena aneh sebagian muslim yang tidak segan-segan meniru perilaku, bahkan ikut serta dalam perayaan dan ibadah orang-orang kafir. Padahal, umat Islam telah memiliki syariat teragung dan terbaik. yaitu syariat Islam.

Mudah-mudahan kehadiran buku Al-Iqtidha Meniti Shirathal Mustaqim Menyelisihi Ashabul Jahim ini dapat menyedarkan kaum muslimin untuk selalu bangga dan mengikuti agama Islam yang mulia, meninggalkan segala bentuk tasyabuh dengan orang-orang kafir dalam perilaku dan ibadah mereka. Selamat membaca.

Allah ta’ala mengutus Rasulullah Shalallahu ‘alaihi was Salam dengan agama Islam yang merupakan shirathal mustaqim (jalan yang lurus) sebagaimana dipaparkan di dalam buku Al-Iqtidha Meniti Shirathal Mustaqim Menyelisihi Ashabul Jahim. Allah juga mewajibkan kepada hamba-hamba-Nya untuk meminta petunjuk setiap hari, berulang-ulang dalam shalat mereka. Allah kemudian menyifatkannya shirathal mustaqim sebagai jalan mereka yang diberi karunia dari kalangan para nabi, shidiqin, syuhada, dan kaum shalihin, bukan jalan mereka yang mendapat murka-Nya yakni kaum Yahudi bukan pula jalan mereka yang tersesat yakni kaum nasrani.

Allah ta’ala dan RasulNya telah memperingatkan kita agar menjauhi jalan hidup mereka seperti yang dituliskan dalam buku Al-Iqtidha Meniti Shirathal Mustaqim Menyelisihi Ashabul Jahim ini. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi was Salam bersabda, “Sungguh kalian akan meniru orang-orang sebelum kalian hingga sangat mirip semirip satu sisi bulu anak panah dengan sisi lainnya, hingga sekiranya mereka masuk ke lubang dhob (sejenis biawak) , niscaya kalian akan ikut memasukinya.” Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah mereka kaum Yahudi dan Nasrani?’ Rasulullah menjawab, .Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR Bukhari no. 7320).

Dapatkan sekarang juga buku Al-Iqtidha Meniti Shirathal Mustaqim di kitabsunnah.id

Additional information

Weight 1000 g

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Al-Iqtidha Meniti Shirathal Mustaqim”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0

Your Cart