Peperangan di Zaman Rasulullah

Rp215,000.00

Dari beberapa nash tentang perang Badar dapat dipahami bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ikut serta dalam perang. Beliau tidak terus-menerus di dalam tendanya atau tidak terus-menerus berdo’a. Di antara kisah yang membuktikannya adalah ucapan Ali radhiyallahu ‘anhu, “Aku memperhatikan diri kami pada saat Badar. Saat itu, kami berlindung dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau adalah orang yang paling dekat dengan musuh dan orang yang paling susah.” Dalam riwayat lain diceritakan, “Ketika peperangan sudah berkecamuk, kami berlindung dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau adalah orang yang paling menderita. Tidak ada seorang pun yang lebih dekat posisinya dengan orang Musyrik dibandingkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Buku Peperangan di Zaman Rasulullah SAW adalah kumpulan kisah dan cerita Peperangan di Zaman Rasulullah SAW. Memuat Kisah dan Cerita Perang Badar, Perang Khaibar, Perang Hunain, Perang Uhud, Perang Mu’tah, Perang Tabuk, Perang Khandaq, Pembebasan Kota Makah / Fathu Makkah.

Pernahkah Anda menyimak perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandaq, Perang Khaibar, Perang Mu’tah, Pembebasan Kota Makkah, Perang Hunain, atau Perang Tabuk dengan mata kepala? Tentu belum pernah, maka dari itu buku ini mengajak Anda untuk melihatnya secara lebih dekat. Anda tertarik? Mari lanjutkan …

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membawa pasukannya mendekati mata air Badar mendahului orang-orang Musyrik agar musuh tidak bisa menguasai mata air. Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menentukan satu posisi, al-Habab bin Mundzir radhiyallahu ‘anhu mengeluarkan pendapatnya, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bagaimanakah pendapat anda tentang posisi ini ? Apakah posisi ini diwahyukan oleh Allah Azza wa Jalla sehingga kita tidak boleh maju atau mundur ? Ataukah ini hanya pendapat, siasat dan takti perang saja?” Beliau menjawab: “Ini hanya pendapat, siasat dan taktik perang saja.” al-Habab radhiyallahu ‘anhu mengatakan : “Wahai Rasulullah, posisi ini kurang tepat, bawalah orang-orang ini ke sumur yang paling dekat dengan posisi musuh. Kita kuasai sumur itu lalu yang lainnya kita rusak. Kita membuat telaga besar lalu kita penuhi air. Kemudian baru kita perangi mereka, kita bisa minum sementara mereka tidak bisa.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada al-Habab radhiyallahu anhu , “Engkau telah menyampaikan pendapat yang jitu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyetujuinya dan melakukannya.

Ketika sudah menguasai tempat yang ditunjukkan oleh al-Habbab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dibuatkan `arisy (tenda) oleh para Shahabat sebagai tempat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bermunajat kepada Allah Azza wa Jalla dan memantau jalannya peperangan.

Dari beberapa nash tentang perang Badar dapat dipahami bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ikut serta dalam perang. Beliau tidak terus-menerus di dalam tendanya atau tidak terus-menerus berdo’a. Di antara kisah yang membuktikannya adalah ucapan Ali radhiyallahu ‘anhu, “Aku memperhatikan diri kami pada saat Badar. Saat itu, kami berlindung dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau adalah orang yang paling dekat dengan musuh dan orang yang paling susah.” Dalam riwayat lain diceritakan, “Ketika peperangan sudah berkecamuk, kami berlindung dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau adalah orang yang paling menderita. Tidak ada seorang pun yang lebih dekat posisinya dengan orang Musyrik dibandingkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dapatkan sekarang juga buku Peperangan di Zaman Rasulullah di kitabsunnah.id

Additional information

Weight 1000 g

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Peperangan di Zaman Rasulullah”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0

Your Cart